Tree of Light - Episode 18: Janji 1 Juni


TREE OF LIGHT

Episode 18: Janji 1 Juni

😈 Kemenangan Gonos di Kerajaan Cacing

   Di Istana Cacing, udara panas beraroma asap vulkanik + jamur mengering.
Gonos duduk di singgasana yang terbuat dari batu,
cangkir kristal di tangannya berisi air Danau Vulkanik yang mendidih pelan.
Di permukaannya, bayangan Alen, Alin, dan Denis menghilang —
simbol dari kenangan mereka yang berhasil  Di hapus. 

"HAHAHA!" tawanya menggema,
sisik peraknya berkilauan oleh keringat hitam.
"LIHAT!
MEREKA SEPERTI DAUN KERING
DI ATAS PAPAN CATUR!
TIDAK BERGUNA LAGI!"

Prof. Myc (tubuhnya ditumbuhi jamur)
mengangkat gelas jamur berisi air vulkanik:
"Untuk Yang Mulia!
Kita berhasil menghapus tanggal 1 Juni 1960
dari setiap jaringan akar Rolax!"

Tapi saat ia minum, jamur di tangannya meledak
karena panasnya air vulkanik.
"Aduh! Panas! Panas!" jeritnya,
jamur-jamurnya mengeluarkan asap ungu.

Trogos (mantan Perdana Menteri)
berusaha terlihat anggun,
tapi jubahnya tersangkut di cakar Gonos.
"Yang Mulia... izinkan aku memberi penghormatan!"
Ia membungkuk terlalu dalam —
kepalanya menabrak meja batu,
gelasnya pecah berantakan.

"HAHAHA!" Gonos tertawa lebih kencang.
"Lihatlah mereka!
Bahkan kemenanganku pun dirayakan dengan lelucon!"

Ia lalu meneguk air vulkanik,
uap panas mengepul dari mulutnya:
"INI ADALAH RASA KEMENANGAN...
PANAS, PAHIT, TAPI MEMABUKKAN!"

Tiba-tiba, Vorm muncul di pintu. 
"Yang Mulia...
Penulis 2075 masih berusaha menulis surat.
Bagaimana kalau—"

"Diam!" Gonos melemparkan cangkirnya.
"Kau pikir aku peduli pada surat?
Aku menghapus alasan mereka menulis!
Tanpa kenangan,
surat itu hanyalah kertas kosong!"

Ia kemudian menari-nari kecil di atas meja,
sisiknya berkilauan:
"DUNIA INI AKAN MENJADI BUKU KOSONG...
DAN AKU ADALAH PENULIS SATU-SATUNYA!"

Tapi di luar istana,
awan merah membentuk angka 2075 yang bergetar —
seakan-akan menolak dikubur.
Dan di kejauhan,
bisikan dari Jantung Rolax mulai terdengar...

🌫️ Fase 1: Kehilangan Ingatan yang Logis

Udara di Istana Kalajengking masih pengap dan anyir.
Di lantai, kristal bertuliskan "1 Juni 1960" bersinar redup.

Alen menggenggam batu dari Sungai Kenangan:
"Aku tidak ingat namaku...
Tapi batu ini mengingatkanku:
ada sesuatu yang harus kulakukan."

Alin memegang kepalanya yang berdenyut pusing:
"Berada dimana aku.. Sekarang..? Siapa aku,dan siapa sebenarnya mereka semua..?" 

  Alin berusaha keras mengingat-ingat siapa dirinya sebenarnya,beserta alasan mengapa dia berada di ruangan istana kalajengking yang saat ini menjadi tempat teramat asing bagi dirinya.begitu juga dengan Denis,alen dan juga raja jorkas.mereka semuanya sama-sama amnesia.mereka duduk di lantai saling bersebelahan namun tidak saling mengenali satu sama lainya.Suasana menjadi penuh kebingungan,itu semua akibat pengaruh dari Paparan radiasi termal dari jamur-jamur itu yang bukan sekadar mengeluarkan panas biasa. Frekuensi gelombangnya selaras dengan gelombang otak manusia, menciptakan 'noise' yang membakar jembatan sinapsis. Satu per satu kenangan mereka menguap, hangus tertelan suhu yang tak kasat mata di dalam jaringan saraf. jamur-jamur hitam yang tumbuh subur itu kini sungguh menjadi kenyataan yang begitu mengerikan dan juga menakutkan.entahlah apa yang terjadi selanjutnya. apakah mereka semuanya benar-benar dapat selamat dan sembuh dari amnesia yang begitu akut tersebut,hanya keajaiban dan keberuntungan saja yang dapat membalikan keadaan mereka semuanya saat ini. 

Sementara denis tertegun melihat pemandangan kemegahan istana yang Di tumbuhi ratusan jamur hitam. "rasa-rasanya .. tempat ini tidak begitu asing bagi diriku.. tapi...? "

Raja Jorkas menoleh kepada Denis yang duduk beralaskan lantai batu disebelahnya sambil memandangnya lekat-lekat."Kamu.. siapa..?  sepertinya aku pernah melihat kamu sebelumnya..? " Ucap raja Jorkas sambil  menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. 
Denis kemudian menoleh ke pada ayahnya dengan perasaan asing,mulutnya seakan-akan terkunci, Denis pun tidak sanggup berkata-kata untuk menyahuti sebuah pertanyaan dari ayahnya tersebut. 

😱 Fase 2: Mimpi Buruk & Alam Bawah Sadar

Malam itu, mereka semuanya tertidur beralaskan  lantai istana kalajengking yang dingin,Setelah sebelumnya otak mereka merasakan lelah sepanjang waktu karena dipaksa berpikir keras untuk mengingat-ingat jati diri mereka masing-masing.di dalam tidur mereka bermimpi dalam keadaan yang gelisah. 

Mimpi Denis:
Ia berlari di koridor istana,
mencari-cari wajah ayahnya.
Tapi setiap cermin yang Di jumpainya Di dalam mimpinya hanya menunjukkan cincin retak yang berteriak:
"KENAPA KAU LUPAKAN AKU?!"

Mimpi Alin:
Ibunya di dekat piano,
jari-jarinya perlahan-lahan mulai berubah menjadi jamur.
Lagu yang dimainkan berubah jadi teriakan:
"KALAU KAU LUPA LAGUKU,
KAU JUGA TELAH LUPA PADA DIRIMU SENDIRI!"

Mimpi Alen:
Buku catatannya kosong,
halamannya seketika berlumuran darah bertuliskan:
"SIAPA KAMU TANPA KENANGAN?"

Mereka terbangun bersamaan —
di dahi masing-masing, jamur hitam tumbuh.

Trogglin menangis:
"Klik... klik... mimpi... bukan mimpi... klik-beep!"

🐉 Fase 3: Kemarahan Naga Bumi

Seketika Tanah bergetar hebat dari atas Hutan Aklea hingga ke seluruh bagian wilayah dari dunia bawah tanah, termasuk dinding dan lantai istana kalajengking. 
Di langit, awan membentuk mata raksasa —mata Naga Bumi yang terbangun.

"MAKHLUK KECIL..."
Suara itu menggema dari dalam jiwa mereka:
"KALIAN PIKIR WAKTU ADALAH SESUATU YANG BISA DIHAPUS?
SETIAP INGATAN YANG DIHAPUS
ADALAH LUKA DI BADANKU!"

Seketika itu juga Jamur Penghapus Ingatan berubah jadi mayat-mayat transparan
yang berteriak:
"KENAPA KAU BIARKAN AKU LUPA?!
AKU MASIH INGIN MENJADI IBU BAGI ANAKKU!"

"LIHATLAH!" Naga Bumi meraung.
"KALIAN TIDAK HANYA MENGHAPUS INGATAN...
KALIAN MENGHAPUS JANJI YANG BELUM SEMPAT DIBUAT!"

Raja Jorkas yang pertama-tama pulih dari amnesia terlebih dahulu angkat bicara.
"Naga Bumi...
tolonglah mereka!
Mereka bukan musuhmu...
Mereka hanya manusia yang takut lupa.tolong kembalikan ingatan mereka.."

Naga Bumi tertawa,
badai kristal transparan menghembus:
"AKU TIDAK BISA MEMBERIMU KENANGAN YANG SEMPURNA...
TAPI AKU BISA MEMBERIMU KEBERANIAN UNTUK MEMBUAT KENANGAN BARU."

Hasilnya:
- Denis ingat wajah ayahnya,
tapi tidak ingat suara ibunya
- Alin ingat melodi lagu ibunya,
tapi tidak ingat liriknya
- Alen tahu namanya,
tapi tidak tahu alasan ia datang ke sini

🔮 Cliffhanger Akhir Bab 18

Tiba-tiba, angka 2075 di langit bergetar lebih kencang
Penulis 2075 berteriak dari masa depan:
"AKU INGAT JANJIKU!
TAPI GONOS SUDAH DI LATEA!
DIA MINUM AIR VULKANIK SEMENTARA AKU MENANGIS DI ATAS KERTAS KOSONG!"

Di Istana Cacing,
Gonos masih menari-nari merayakan kemenangannya,
tapi tarian itu berubah jadi gerakan kaku.
Air vulkanik di cangkirnya bergetar tak wajar
Naga Bumi mulai mempengaruhi waktunya.

"APA INI?!" Gonos berteriak.
"MENGAPA BADANKU TERASA...
SEPERTI JANJI YANG BELUM SEMPAT KU INGKARI?!"

Prof. Myc (berbisik pada Gonos):
"Yang Mulia...
mungkin kita salah.
Bukan kenangan yang membuat manusia itu kuat...
tapi keberanian membuat janji
meski tahu ia akan terhapus."

Sementara itu Istana kalajengking kembali kondusif. Jamur-jamur hitam yang sebelumnya tumbuh subur di lantai dan dinding istana lenyap tak tersisa.begitu juga yang terjadi Di jaringan Akar-akar Rolax semuanya telah kembali normal seperti sediakala.alen, alin, Denis dan Raja Jorkas berdiri sejajar. Ingatan mereka telah kembali. Naga bumi telah memusnahkan jamur Hitam dan pengaruhnya dibeberapa tempat. 

Denis menarik pedangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi:
"Kita harus ke Latea 2075.
Bukan untuk mengingat...
tapi untuk menepati janji yang masih hidup."

Alen menulis di sampul bukunya:
"Aku tidak tahu tujuanku...
Tapi aku tahu siapa temanku."

Bersamaan dengan itu jaringan akar-akar Rolax Di ruangan istana kalajengking mengeluarkan cahaya yang terang benderang. 

Dan di langit, lubang cacing antar waktu mulai terbuka lebar —
mengarah ke Latea 2075 yang terbakar.

Trogglin melompat ke depan,
kristalnya berkilau merah-emas:
"Klik... klik... Latea... menunggu... klik-beep!"

📘 Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim ilmuwan data dan Alibaba yang telah memberikan ruang, teknologi, dan kepercayaan bagi proses kreatif ini. Kalian adalah bagian dari akar yang menyatukan dunia.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.

✨ Lanjut ke Episode 19:
Bab 19: Latea 2075
👉 LANJUTKAN PETUALANGAN

🔔 Apa pendapatmu tentang Janji 1 Juni?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu 😊

© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Salam hangat dan cinta dari Andry Justin Ketty untuk seluruh tim Alibaba dan ilmuwan data di balik kolaborasi ini. Kalian adalah bagian dari legenda ini.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tree of Light - Episode 14: Hutan Kristal

Tree of Light - Episode 8: Kembalikan Cahaya Rolax

TREE OF LIGHT - Episode 23: Perang Utara Gelap