Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komunitas Rahasia Para Hewan

TREE OF LIGHT - Episode 30: Hari Kelima - Serangan Vorm

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 30: Hari Kelima - Serangan Vorm [LOKASI: PERMUKAAN - TENDA PENGUNGSIAN LATEA] [WAKTU: 30 DESEMBER 2075 - PAGI HARI - HARI KE-5 DARI 7] Matahari terbit untuk hari kelima. Dua hari lagi sebelum tahun berganti. Dua hari lagi sebelum 2076. Tujuh Teater Antariksa masih berputar-putar di langit, Kini lebih dekat dari sebelumnya. Seperti... menahan napas. Denis membuka mata di dalam tenda pengungsian. Rahmat sudah bangun, duduk di sampingnya. "Kakak..." suara Rahmat pelan. "Dua Hari lagi... hari terakhir sebelum tahun baru." Denis bangkit, menatap adik cicitnya. "Iya, Adik Cicit. Dua hari lagi." "Aku takut..." Rahmat memeluk robot kelincinya lebih erat. "Tapi aku juga... berharap." Denis tersenyum, mengusap kepala Rahmat. "Kita semua takut, Adik Cicit. Tapi kita juga semua berharap. Dan itu... sudah cukup." Di luar tenda, Alen, Alin, Gonos, Prof. Myc, dan Trogos sudah siap. Gonos...

TREE OF LIGHT - Episode 29: Hari Keempat - Jawaban yang Sulit

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 29: Hari Keempat - Jawaban yang Sulit [LOKASI: PERMUKAAN - TENDA PENGUNGSIAN LATEA] [WAKTU: 29 DESEMBER 2075 - PAGI HARI - HARI KE-4 DARI 7] Matahari terbit untuk hari keempat. Dua hari lagi sebelum tahun berganti. Dua hari lagi sebelum 2076. Tujuh Teater Antariksa masih berputar di langit bagaikan piring raksasa, Kini diam sejenak. Seperti menunggu jawaban. Denis membuka mata di dalam tenda pengungsian. Rahmat sudah bangun, duduk di sampingnya. "Kakak..." suara Rahmat pelan. "Aku sudah tahu jawabannya." Denis bangkit, menatap lekat adik cicitnya. "Sudah? Apa jawabannya, Adik Cicit?" Rahmat menatap langit melalui lubang tenda. "Bukan kata-kata, Kakak. Tapi tindakan. Mereka tidak butuh kita bicara... Mereka butuh kita bukti ." Denis tersenyum. "Kau semakin bijak, Adik Cicit." "Bukan aku yang bijak, Kakak. Tapi bumi yang mengajarkanku." Di luar tenda, Alen, Alin, Gonos, Pr...

TREE OF LIGHT - Episode 28: Hari Ketiga - Pengorbanan Pertama

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 28: Hari Ketiga - Pengorbanan Pertama [LOKASI: PERMUKAAN - TENDA PENGUNGSIAN LATEA] [WAKTU: 28 DESEMBER 2075 - PAGI HARI - HARI KE-3 DARI 7] Matahari terbit di atas Latea tahun 2075. Tiga hari lagi sebelum tahun berganti. Tiga hari lagi sebelum 2076. Tujuh Teater Antariksa masih berputar di langit, Kini lebih rendah dari kemarin. Seperti menghitung mundur bersama manusia. Denis membuka mata di dalam tenda pengungsian. Ia tidak tidur di Istana Kalajengking malam ini. Sejak hari pertama, ia dan tim memilih tinggal di permukaan, Agar lebih cepat merespons jika terjadi sesuatu. Rahmat duduk di sudut tenda, Memeluk robot kelincinya, Menatap langit melalui lubang tenda. "Kakak..." suara Rahmat pelan. "Hari ini suaranya berbeda. Bukan menunggu... tapi menghitung ." Denis bangkit, memakai zirahnya. "Menghitung apa, Adik Cicit?" Ia memanggil Rahmat begitu — bukan karena jarak, Tapi karena kasih. Rahmat adalah c...

TREE OF LIGHT - Episode 26: 7 Hari Pembuktian

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 26: 7 Hari Pembuktian Matahari terbit di atas Latea 2075. Tapi cahayanya tidak hangat. Tujuh cahaya merah di langit masih berputar perlahan. Seperti mata raksasa yang sedang  mengamati . Denis berdiri di atap Istana Kalajengking. Di tangannya, kristal komunikasi masih berdenyut lemah. "Hari pertama... 6 hari lagi." Rahmat muncul dari belakang, memeluk robot kelincinya. "Kakak... aku dengar mereka. Mereka tidak marah. Mereka... menunggu." Denis menatap Rahmat dengan seksama. "Menunggu apa, Rahmat?" "Menunggu kita menyerah." 🏢 Bagian 1: Retakan Pertama Siang hari, frekuensi dari 7 Teater mulai terasa. Bukan ledakan. Tapi getaran rendah yang membuat gigi terasa ngilu. Di pusat kota Latea, gedung bertingkat pertama bergetar. Retakan halus muncul di dinding. Seperti kaca yang ditekan perlahan. Warga berteriak, lari keluar. Tapi tidak ada yang tewas. Belum. Denis dan timnya bergegas ke lokasi. ...

TREE OF LIGHT - Episode 25: Kebenaran 7 Teater

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 25: Kebenaran 7 Teater Pertarungan belum dimulai, tapi langit sudah berubah warna. Tujuh cahaya merah di kejauhan tidak bergerak seperti pasukan perang. Mereka berputar perlahan. Seperti... menunggu . Denis menggenggam pedangnya, tapi tidak menghunus. "Ada yang aneh. Mereka tidak menyerang." Rahmat memeluk robot kelincinya erat. Matanya tertutup. "Mereka... tidak marah. Mereka hanya... sedih." ⚔️ Bagian 1: Pertarungan yang Terhenti Di medan perang antara Istana Kalajengking dan Utara Gelap, pasukan Denis berhadapan dengan pasukan Vorm. Vorm berdiri di garis depan, tongkat vulkaniknya bercahaya hitam. "Maju! Hancurkan mereka semua!" Tapi sebelum pasukan cacing bergerak, tujuh cahaya merah turun dari 7 Teater antariksa,Cahaya itu mampu menembus sampai ke dalam dunia bawah tanah. Cahaya itu lalu mengubah segalanya. Dalam sekejap saja tanah yang padat menjadi bening. Kini, rahasia di dalam bumi terlihat jelas dari ...

TREE OF LIGHT - Episode 23: Perang Utara Gelap

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 23: Perang Utara Gelap Langit Latea 2075 belum sempat sepenuhnya cerah.Abu-abu yang tadi menyapa, kini berubah menjadi merah berdenyut .pasukan cacing Di permukaan berhasil Di kalahkan. Denis, alen, gonos dan alin berdiri sejajar, sementara trogglin, trogos dan Prof Myc beserta Rahmat berdiri Di belakangnya. "Vorm..." bisik Alen. "Dia tidak menunggu. Dia langsung menyerang." Portal kristal di bawah tanah terbuka. Mereka tidak punya pilihan. Kerajaan Kalajengking memanggil pulang. Denis merasakan getaran itu di dadanya. Kristal zirahnya berkedip cepat, seperti detak jantung yang ketakutan. "Ayah..." bisiknya. Di sampingnya, Gonos yang masih bingung memegang kepalanya. Ingatannya kosong, tapi tubuhnya bereaksi. Setiap kali Utara Gelap berdenyut, luka di tangannya—yang pernah dibalut Denis—bercahaya sakit. "Aku... aku merasa seperti pernah berada di sana," gumam Gonos. "Tapi aku tidak ingat mengapa i...

Tree Of Light Eps 22: Benih Penyembuh

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 22: Benih Penyembuh Angin tahun 1960 berhembus lembut, membawa aroma tanah basah dan bunga melati. Di bawah pohon mangga itu, Gonos Kecil masih berlutut, menggenggam cincin berkarat dan batu Sungai Kenangan. Air matanya jatuh. Satu tetes. Dua tetes. Lalu ratusan. Bukan air mata sakit. Tapi air mata lega . Saat air mata itu menyentuh tanah, cahaya biru-merah menyembur dari bumi. Sebuah tunas kecil muncul, membelah tanah kering, tumbuh instant menjadi akar Rolax murni yang tidak hitam, tidak berduri. Denis berlutut di depan Gonos Kecil. Ia tidak mengambil cincinnya. Sebaliknya, ia merobek sedikit kain zirahnya, membungkus luka di tangan Gonos dengan cahaya lembut. "Sakit?" tanya Denis. Gonos Kecil menggelung, tersenyum tipis. "Tidak... hangat." "Ingatlah ini," bisik Denis. "Luka ini bukan tanda kelemahan. Tapi tanda kau pernah berani bertahan." Di belakang mereka, Prof. Myc dan Trogos menyaksika...