Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Misteri

Bisikan dari Lumpur Neraka — Saat Among Mendengar Suara Misterius

Gambar
 kodok Terakhir Di   Rawa Neraka Bab 2 – Bisikan dari Lumpur Neraka    Among berdiri mematung di tepi rawa. Matanya tak lepas dari bayangan yang tersenyum di air. Tapi senyum itu serasa aneh bagi dirinya— bukan seperti senyum ramah, lebih kayak senyum orang yang tahu password WiFi tapi gak mau ngasih. Bayangan itu kemudian membuka mulutnya. “Amon...ng... ke ujung rawa... cari pohon dengan suara menangis... kamu akan tahu segalanya...” Among tersentak. Ia melompat satu meter ke belakang, lalu jatuh ke lumpur. “BLEB!” “Blegh! Rasanya kayak seperti dicium lele yang baru saja bangun tidur...” katanya sambil lalu bangkit dengan lumpur yang masih nyangkut di lubang hidungnya. Suara-suara di sekelilingnya mendadak semakin ramai, seperti suara-suara di pasar malam. Tapi anehnya, semua suara itu mengucapkan hal yang sama, secara terus-menerus: “Ujung rawa... ujung rawa... ujung rawa...” Among mulai panik.Oke, stop! Jangan kayak lagu TikTok yang diulang-ul...

Kodok Terakhir Di Rawa Neraka

Gambar
Kodok Terakhir di Rawa Neraka Bagian 1: Among dan Rawa yang Sepi Di tengah rawa yang tak pernah dijelaskan letaknya, duduklah seekor kodok bernama Among. Ia sendirian di atas daun teratai yang sudah mulai berjamur. Angin malam berembus lirih, membawa suara-suara asing seperti suara sandal jepit diseret pelan-pelan di lumpur. "Teman-temanku..." gumam Among, "kemana kalian pergi?" Tidak ada jawaban. Hanya suara pluk! — entah ikan, entah hantu kodok. Suasana menjadi semakin ganjil. Dulu, rawa ini riuh dengan suara tawa, adu dengkuran kodok, dan kontes lompat jauh pakai perut. Sekarang, yang tersisa hanyalah kabut dan bau amis seperti kentut yang disegel selama tujuh tahun lamanya. Among melompat pelan ke tepi rawa. Lumpur menempel di kakinya seperti ingin menahan. "Kenapa aku sendiri?" katanya lagi. Kali ini suaranya gemetar. Bukan karena takut, tapi karena dia baru sadar belum makan tiga hari. Tapi bukan itu yang paling ia takutkan. Yang ia t...