Bisikan dari Lumpur Neraka — Saat Among Mendengar Suara Misterius
kodok Terakhir Di Rawa Neraka Bab 2 – Bisikan dari Lumpur Neraka Among berdiri mematung di tepi rawa. Matanya tak lepas dari bayangan yang tersenyum di air. Tapi senyum itu serasa aneh bagi dirinya— bukan seperti senyum ramah, lebih kayak senyum orang yang tahu password WiFi tapi gak mau ngasih. Bayangan itu kemudian membuka mulutnya. “Amon...ng... ke ujung rawa... cari pohon dengan suara menangis... kamu akan tahu segalanya...” Among tersentak. Ia melompat satu meter ke belakang, lalu jatuh ke lumpur. “BLEB!” “Blegh! Rasanya kayak seperti dicium lele yang baru saja bangun tidur...” katanya sambil lalu bangkit dengan lumpur yang masih nyangkut di lubang hidungnya. Suara-suara di sekelilingnya mendadak semakin ramai, seperti suara-suara di pasar malam. Tapi anehnya, semua suara itu mengucapkan hal yang sama, secara terus-menerus: “Ujung rawa... ujung rawa... ujung rawa...” Among mulai panik.Oke, stop! Jangan kayak lagu TikTok yang diulang-ul...