Postingan

Menampilkan postingan dengan label Qween

Tree of Light - Episode 5: Rahasia di Balik Gerbang Istana

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 5: Rahasia di Balik Gerbang Istana Denis berdiri kaku di depan singgasana batu, ekornya bergetar kencang. Matanya tak bisa berpaling dari sosok yang mirip ayahnya — Raja Jorkas — tapi kulitnya berkilau dengan emas vulkanik, matanya menyala merah pudar. "APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA AYAHKU?!" teriaknya, suaranya bergetar. Sosok itu tersenyum licik. "Kami tidak melakukan apa-apa. Ayahmu... memilih ini sendiri." Alen dan Alin saling menatap, cahaya Rolax di tangan mereka mulai berdenyut kencang. Dari kegelapan, suara Trogos terdengar: "Maaf, Denis... tapi ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan istana." Gerbang istana di belakang mereka tiba-tiba menutup. Mereka terjebak. ⚔️ Pertempuran di Aula Istana Tiba-tiba, dari semua sisi istana, muncul puluhan pasukan cacing — tubuhnya licin hitam, mata menyala merah pudar, pedang dari tulang fosil teracung tinggi. Mereka bergerak cepat, seperti gelombang hitam yang mengalir...

Tree of Light - Episode2: Pertemuan di Bawah Cahaya Rolax

Gambar
TREE OF LIGHT Episode 2: Denis, Sang Utusan dari Kerajaan Kalajengking Hening kembali menyelimuti gua raksasa setelah Naga Bumi menghilang. Cahaya lembut dari Pohon Rolax berdenyut perlahan, seperti napas bumi yang tertidur. Alen menatap tangannya yang masih memancarkan cahaya biru keabuan. Ia meraba kulitnya — hangat, jernih, luka akibat jatuh sudah hilang tanpa bekas. "Kita... benar-benar berubah," bisik Alin, suaranya gemetar bukan karena takut, tapi karena kagum. Ia menatap daun-daun Rolax yang bergetar pelan, seolah mendengarkan mereka. Alen ingin bicara, tapi tiba-tiba— suara langkah. Bukan dua kaki. Bukan empat. Tapi puluhan... ratusan... seperti cakar logam yang bergesekan di batu basah. Dan dari kegelapan lorong utara, muncul siluet besar, terluka parah, berlari sambil menyeret ekornya yang nyaris putus. Cahaya kuning menyala dari matanya. Di belakangnya, bayangan panjang merayap: prajurit kerajaan cacing , tubuhnya licin hitam, mata menyala mera...