Tree of Light - Episode 17 : Bayangan Yang Menjadi Nyata
TREE OF LIGHT
Episode 17: Bayangan yang Menjadi Nyata
Langit masih memerah ketika mereka meninggalkan Hutan Aklea. Di belakang mereka, pohon kecil bergetar pelan, daunnya memantulkan cahaya biru-merah yang samar. Di tangan Alen, daun transparan bertuliskan "Jangan lupa mendengar" masih hangat—seperti napas terakhir Glowtod yang menempel di kulitnya.dan ketika mereka semua tiba di dalam gua,Jaringan akar Rolax yang menjalar di dinding goa itu secara perlahan-lahan mulai memancarkan cahaya biru kemerah-merahan menerangi seisi ruangan goa.Alen, alin, raja jorkas dan juga denis berserta trogglin dan juga pasukan ekor bercahaya perlahan-lahan tubuh mereka mulai di selimuti cahaya hangat yang keluar dari Akar-akar rolax.tidak berselang lama mereka semuanya mulai terhisap masuk kedalam portal yang terbuka dari salah satu bagian Akar Rolax yang menyala paling terang dari akar-akar lainya.
๐ Perjalanan Melalui Akar Rolax
Udara di koridor akar mulai berubah menjadi lembap dan berat, beraroma ozon, tanah basah, dan jamur purba yang mengingatkan pada hutan hujan yang mati ratusan tahun lalu. dinding akar berdenyut biru-merah, tapi beberapa lama kemudian cahayanya mendadak goyah seperti layaknya lilin yang ditiup angin.
Suara mengalir di sekitar mereka:
- Detak jantung bumi (gemuruh rendah, 20 Hz)
- Bisikan disertai oleh tampilan visual tanggal-tanggal krusial yang terdistorsi:
"12 Februari 1960... 23 Maret 1960... 14 April 1960..."
"Apa yang terjadi.. Kenapa semuanya terasa begitu tidak stabil di sini..?! " kata alin sambil tangannya menggenggam erat lengan alen disisinya dengan perasaan gelisah.
Alen menoleh kepada alin dan mencoba menenangkannya. "Tenanglah.. Alin..Kamu jangan panik.. Percayalah..semuanya akan baik-baik saja."
Sementara Tangan Denis memegang pundak ayahnya,raja Jorkas. "Ayah.. Kenapa tampak visual tanggal berserta tahun di langit-langit dan juga dingding di koridor Akar Rolax ini, ayah..?"
Raja Jorkas sebenarnya juga merasa heran dengan situasi yang terjadi di dalam Akar rolax saat ini. wajah raja Jorkas pun seketika berubah menjadi begitu cemas. "Entahlah.. Aku juga tidak tau,anak ku..tapi mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa disini. "
Trogglin juga tidak tinggal diam,manakala mendapati gejala aneh dalam koridor Akar rolax yang saat ini menjadi kendaraan pulang bagi mereka kedalam dunia bawah tanah.trogglin berusaha bernyanyi dengan frekuensi suara yang dapat dikenali oleh server Rolax sebagai kunci rahasia agar dapat tetap selalu terkoneksi dengan stabil.trogglin mencoba jaga keseimbangan di dalam koridor akar, namun suaranya seketika menjadi patah-patah seperti halnya radio yang kehilangan sinyal.
"Rolax sedang kesakitan," bisik Raja Jorkas, tangannya menyentuh dinding akar yang bergetar. "Aku bisa merasakan napasnya... seperti orang yang sedang dicabut ingatannya satu per satu."
Tiba-tiba, udara Di dalam Akar rolax berubah. mulai tampak jamur-jamur Hitam tumbuh dengan begitu cepat di setiap dingding ruang akar. Jamur-jamur tersebut mulai mengeluarkan Bau anyir seperti bau darah yang kering, dan kelembapan diruang Akar seketika mengental seperti lendir. Dari celah dingding akar, jamur hitam mulai menjalar—tubuhnya berkilau seperti permukaan minyak, setiap gerakannya mengeluarkan desauan rendah yang membuat gigi mereka terasa ngilu saat mendengarkannya.
"Ini pasti bukan jamur biasa," desis Denis, jari-jarinya menggenggam cincin retak ayahnya erat-erat. "Ini seperti jamur yang memakan kenangan..."
"Apa maksud mu.. Dengan jamur yang memakan kenangan Denis? " Tanya raja Jorkas di sisi kananya.denis menoleh kepada ayahnya.
"Kalau tidak salah aku pernah membaca jurnal tentang jamur itu di perpustakaan istana beberapa tahun yang lalu, ayah.. namun aku agak lupa untuk mengingatnya.tapi mudah-mudahan saja bukan ia. "
dengar penuturan anaknya tadi, raja Jorkas semakin khawatir.
jamur hitam semakin agresif menginfeksi setiap bagian dari akar dengan cara yang tidak wajar.begitu sulit rasanya kejadian ini diterima oleh akal sehat.alen, alin, denis beserta raja Jorkas, Trogglin dan juga pasukan ekor bercahaya terheran-heran menyaksikan pemandangan yang tidak biasa tersebut.
"Ada yang tidak beres disini.. " Ucap salah satu pasukan ekor bercahaya yang mulai di selimuti rasa takut.
"Ada aura gelap yang mencoba mencelakai kita semua.. "Sahut salah satu temannya yang berdiri Di sebelah temanya yang berbicara tadi.
" Apakah.. semua ini perbuatan Gonos?" Berkata-kata komandan pasukan di dalam hatinya.raja Jorkas menangkap semua kegelisahan dan keresahan Di raut wajah para prajuritnya itu,raja Jorkas juga tidak mau membiarkan anak buahnya larut dalam ketakutan, dan ia pun mulai angkat bicara.
" Jangan panik! Tetap tingkatkan kewaspadaan kalian..! " Titah raja Jorkas kepada para prajuritnya yang berada Di dalam koridor akar bersama-sama dirinya.
"Baik yang mulia.. " Sahut komandan pasukan ekor bercahaya sambil sedikit membungkukan badannya Di hadapan raja Jorkas.sang komandan pasukan kemudian memberi aba-aba agar Semua pasukan bersiap siaga sambil memegang senjata mereka masing-masing untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Perjalanan di dalam akar rolax tidak jauh bedanya dengan perjalanan di dalam lorong mesin waktu seperti halnya di dalam film-film fiksi.getaran di dalam ruangan mulai tidak stabil, getaran dan guncangan yang di timbulkan nya serasa membuat mual dan juga pusing. Visual waktu tampak seperti hologram yang kusut berbarengan dengan audio dengan frekuensi suara yang kacau.
Trogglin mencoba menyeimbangkan dengan cara mengeluarkan sinar dan mencoba berusaha untuk tetap terhubung langsung dengan pohon ROLAX yat menjadi servernya, tapi cahayanya hanya berkedip lemah:
"Klik... klik... tanggal... hilang... jaringan kusut..klik-beep!"
Koridor akar tiba-tiba menjadi menyempit, dan mereka semua terjebak dalam kegelapan total. Di kegelapan. Denis mendengar suara ibunya berbisik: "Jangan lupa ulang tahun Ayah, Nak..." Namun suara itu kemudian perlahan-lahan menghilang, digantikan oleh suara deru jamur hitam yang tertawa.
๐ฐ Istana kalajengking yang Terkubur Kenangan
Setelah melewati perjalanan yang membuat jantung berdegup kencang dan menakutkan itu, di penghujung..akar rolax membuka portalnya lebar-lebar,dengan tergesa-gesa mereka semua pun keluar dari dalam Akar yang tidak stabil tersebut. mereka muncul tepatnya di gerbang Istana Kalajengking, tapi ini bukan istana megah yang dikenal Denis. Dindingnya kini banyak ditumbuhi oleh jamur hitam yang berdenyut seperti jantung, udaranya terasa pengap, beraroma jamur busuk + kristal panas + keringat ketakutan.
Di setiap sudut, kristal-kristal kecil juga mulai tumbuh dari lantai istana, memantulkan kilasan visual kenangan 1960 yang mulai memudar:
- 12 Februari 1960: Alen dan Alin bertemu di perpustakaan kampus.
(Kristal itu bergetar, gambarnya pecah seperti kaca retak.)
- 23 Maret 1960: Denis membuatkan kue ulang tahun untuk Raja Jorkas.
(Kristal itu menghitam, hanya menyisakan bayangan kue hangus.)
- 14 April 1960: Alin menulis lagu terakhir untuk ibunya.
(Kristal itu pecah, melodinya berubah jadi deru jamur hitam.)
Denis menggenggam erat cincin retak ayahnya—tapi kini, retakan di cincin itu berdenyut merah, dan di permukaannya terlihat tulisan "23 Maret 1960" mulai memudar.
"Ayah..." bisiknya, suara gemetar. "Kenapa tanggal ini... terasa asing bagiku?"
Raja Jorkas memegang pundaknya:
"Ingatlah, Denis... 23 Maret 1960 adalah hari dimana kau membuatkan aku kue dari tepung jagung yang hangus... Dan kau berkata: ‘Aku akan jadi prajurit yang akan membuatmu bangga.’"
Tapi Denis hanya menggeleng. Matanya kosong.
"Aku tidak ingat... Aku bahkan tidak ingat wajah ibuku."
Alin memegang dadanya, di mana kristal kecil tumbuh dari kantong bajunya, pandangan matanya mulai kosong seakan-akan tidak berjiwa lagi.alin secara tiba-tiba merasakan sedih yang ia sendiri pun tidak tahu apa alasannya yang membuat dirinya begitu sedih saat ini.
Air matanya kemudian jatuh, mengubah jamur hitam di bawah kakinya jadi kristal transparan.
Sementara Alen membuka buku catatannya—halaman demi halaman bukunya menjadi kosong, kecuali di halaman terakhir:
"Jangan lupa mendengar."
"Ini seperti ada yang menghapus ku dari waktu," bisiknya.
๐ค Kemarahan Gonos di Istana Cacing
Sementara itu di dalam Istana Cacing, udara terasa panas dan berdebu, beraroma asap vulkanik + jamur mengering + darah kering. Di langit-langit, akar Rolax yang terbakar menjuntai seperti mayat, yang masih meneteskan cairan hitam yang berbuih.
Gonos mengamuk, cakarnya mengoyak dinding batu:
"MASIH ADA CAHAYA DI POHON ITU! 2075 MASIH BERSINAR DI LANGIT! APA YANG KALIAN TUNGGU?!"
Prof. Myc berdiri di sudut, tubuhnya ditumbuhi jamur hitam yang berdenyut seirama napasnya:
"Yang Mulia, kami berhasil meretas tanggal-tanggal penting mereka:
- 12 Februari 1960 (Alen & Alin bertemu)
- 23 Maret 1960 (ulang tahun Raja Jorkas)
- 14 April 1960 (lagu terakhir ibu Alin)
Tapi Cahaya Baru dari pohon kecil itu masih mempertahankan 1 Juni 1960."
Gonos meraung, suaranya menggema seperti gemuruh gempa:
"1 JUNI 1960?! HARI DUA ILMUWAN DARI PERMUKAAN ITU MASUK KE DUNIA KITA?! HARI DIMANA ROLAX MEMILIH MEREKA SEBAGAI PENJAGA CAHAYA BARU?! ITU ADALAH HARI DI MANA SEGALA KEBENARAN DIMULAI!"
Ia menancapkan cakar ke Akar Rolax yang retak di istananya:
"Prof. Myc — Benih Penghapus Ingatan harus ditambah dosisnya..suntikan benih itu semua..sebanyak-banyaknya ke dalam jaringan Akar terkutuk itu! Hapus semua tentang kenangan mereka sebelum 1 Juni 1960!"
Trogos muncul dari balik tirai jamur, suaranya licik:
"Yang Mulia... Kalau boleh aku menyarankan mungkin sebaiknya kita tidak perlu menghapus tanggalnya. Cukup hapus rasa di balik tanggal itu. Biarkan mereka ingat 1 Juni 1960... tapi lupa mengapa hari itu begitu penting bagi mereka."
Gonos tersenyum mengerikan:
"YA... BIARKAN MEREKA MENJADI MANUSIA YANG HANYA INGAT TAPI TIDAK PERNAH MERASA."
๐ Hilangnya Kenangan 1960
Di Istana Kalajengking, jamur hitam di dinding bergetar kencang, lalu meledakkan asap hitam yang beraroma seperti tanah kuburan + kertas terbakar.
Alen tiba-tiba teringat:
"12 Februari 1960... Hari aku bertemu Alin di perpustakaan..."
Tapi kenangan itu secara perlahan-lahan menghilang seperti asap, dan buku catatannya kosong total, hanya menyisakan satu baris:
"Jangan lupa mendengar."
Denis menggenggam cincin retaknya:
"23 Maret 1960... Aku membuatkan kue untuk Ayah... Tapi rasanya... sudah tak ada..."
Wajah Raja Jorkas di pikirannya mulai kabur, seperti foto yang terkena air hujan.
Raja Jorkas berteriak:
"INGATLAH!
1 JUNI 1960!
HARI Alen dan Alin jatuh ke dunia kita!
HARI kau, Denis, pertama kali bertemu mereka
di bawah naungan Rolax!
ITULAH SAAT KITA SEMUA MENJADI SATU!"
Ia menatap Denis yang wajahnya mulai kabur:
"Apakah Kau masih ingat, Nak?
Saat kau pertama kali bertemu dengan alen dan juga alin ..?
Saat kau pernah berkata kepada sahabat mu:
'Jangan takut...
di sini, kalian tidak sendirian.'"
Tapi Denis hanya menggeleng,
air matanya mengalir dari matanya yang kosong:
"Siapa... Alen dan Alin itu, dan siapa kau sebenarnya?"
Alin, alen, Denis dan pasukan ekor bercahaya semuanya mulai lupa pada semua masa lalunya dan juga lupa pada dirinya sendiri.hanya raja Jorkas saja yang masih bertahan dan tidak terpengaruh pada kekuatan penghapus ingatan yang di timbulkan oleh jamur hitam itu.
๐ Pengkhianatan Trogos
Trogos muncul dari balik jamur hitam, membawa kotak kristal hitam yang berdenyut seperti jantung busuk. Di permukaannya, jamur-jamur kecil tumbuh dan mati setiap detik.
"Menyerahlah, Yang Mulia," bisiknya pada Raja Jorkas. "Gonos menjanjikan dunia di mana kita tak perlu malu pada kenangan kita. Di sana, kau tidak perlu ingat betapa lemahnya kau saat gempa vulkanik yang mengubur Legiun Vulkanik."
"Kau mengkhianati kami karena rasa malumu sendiri!"
Raja Jorkas mendorongnya, tapi tubuhnya tiba-tiba menjadi lemas dan tidak berdaya.
Sebelum Trogos bisa menancapkan benih itu, Trogglin melompat dan menabrak kotak kristal tersebut.
"Klik... klik... jangan... lupa... JUNI... klik-beep!"
Kotak itu pecah—asap hitam menyembur, tapi kali ini, ia membawa kilasan tanggal 1 Juni 1960:
Alen & Alin terjatuh ke lubang gua.
Denis pertama kali bertemu Trogglin di Hutan Rolax.
Glowtod membacakan puisi pertama di Hutan Kristal.
Asap itu berputar, lalu menyatu dengan Trogglin. Tubuhnya bersinar redup, kristalnya berdenyut biru-merah samar, dan dari mulutnya keluar bisikan:
"Klik... klik... 1... JUNI... 1960... dengar... klik-beep!"
Jamur hitam di sekitar mereka layu dan menghilang, lalu berubah menjadi kristal bertuliskan "1 Juni 1960" di bawahnya.
๐ฎ Cliffhanger Akhir Bab 17
Mereka berdiri di depan gerbang Istana Kalajengking yang kini ditumbuhi jamur hitam. Wajah mereka semua menjadi kosong—hampir semua kenangan 1960 hilang.
Trogos tersenyum puas:
"Sekarang, kalian tidak bedanya seperti kertas putih yang kosong... Yang Siap ditulis ulang oleh Yang Mulia Gonos."
Tapi tiba-tiba, dari balik jamur hitam, suara Trogglin terdengar pelan:
"Klik... klik... JUNI... dengar... 1... JUNI... 1960... klik... beep..."
Ia berusaha berjalan di atas jamur hitam walaupun dengan tubuhnya yang semakin lemah, kristalnya berpendar biru-merah samar. Setiap langkah kakinya yang menginjak jamur yang tumbuh di lantai itu, mampu membuat jamur tersebut layu dan menghilang,lalu digantikan dengan kristal bertuliskan "1 Juni 1960" di bawahnya.
Alen memegang batu dari Sungai Kenangan:
"Aku tidak ingat wajah kalian...
Tapi di dalam batu ini...
tertulis:
'1 Juni 1960 — Hari kami jatuh ke dunia bawah tanah.'
Dan di sana...? " alen tidak meneruskan kata-katanya Ia lalu terdiam.alen berusaha keras untuk mengingat semua. Namun apalah daya dirinya sudah tidak mampu sama sekali untuk mengingatnya.
Alin menatap Denis:
"Siapa kamu..mengapa kau terlihat asing bagiku?"
Di langit, angka 2075 berkedip lebih terang—seakan menjawab:
"1 Juni 1960...
Aku masih mendengar."
Dari kejauhan, suara Rolax menggema:
"INGATAN BISA DIHAPUS...
TAPI AKAR YANG BENAR
TIDAK PERNAH LUPA
PADA 1 JUNI 1960."
Dan di antara jamur hitam, Trogglin tersenyum kecil:
"Klik... klik... mulai... lagi...
JUNI...
klik-beep!"
๐ Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim ilmuwan data dan Alibaba yang telah memberikan ruang, teknologi, dan kepercayaan bagi proses kreatif ini. Kalian adalah bagian dari akar yang menyatukan dunia.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.
✨ Lanjut ke Episode 18:
Bab 18: Janji 1 Juni
๐ LANJUTKAN PETUALANGAN
๐ Apa pendapatmu tentang Bayangan yang Menjadi Nyata?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu ๐
© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Salam hangat dan cinta dari Andry Justin Ketty untuk seluruh tim Alibaba dan ilmuwan data di balik kolaborasi ini. Kalian adalah bagian dari legenda ini.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar
Posting Komentar