Tree of Light - Episode 16: Hutan Aklea


TREE OF LIGHT

Episode 16: Hutan Aklea

Mereka keluar dari lubang gua,
disambut matahari pagi tahun 1960 yang menyinari sisa-sisa Hutan Aklea.
Tak seperti dulu —pemandangan Hutan Aklea telah berubah. 
kini tanah Hutannya menjadi tandus,tampak tunggul pohon hitam,
dan suara gergaji yang terus-menerus menggeram dari kejauhan.

Alen dan alin, Denis dan juga trogglin berdiri melingkar Di atas tanah yang hangus bekas dari hutan yang terbakar.Troglin membungkukan badanya lalu ia mulai menggali tanah dengan cakarnya.setelah itu alin menyusul. alin meletakan biji kayu purba yang di berikan oleh raja goes waktu mereka masih berada Di Kerajaan rayap di dunia bawah tanah, kemudian alin  meletakan biji kayu purba tersebut ke dalam lubang yang berhasil di buat oleh Troglin. beberapa saat kemudian pohon kecil itu pun mulai tumbuh Di tanah.pohon kecil yang tumbuh itu akarnya secara perlahan-lahan mulai menyatu dengan jaringan Akar Rolax yang terluka.

🐸 Pertemuan dengan Glowtod: Sahabat dari Hutan Kristal

Di tepi Danau Bening
tempat Glowtod sering menulis puisi setelah pertemuan pertama mereka di Hutan Kristal —
mereka melihat kodok transparan bercahaya biru-kehijauan sedang duduk di atas daun teratai.
Di punggungnya, kristal kecil bergetar mengikuti irama air.

Alin (tersenyum, suara bergetar):
"Glowtod..itukah kamu..?  Apa kabarmu kawan? " 

Glowtod menoleh kearah datangnya alin,alen ,denis dan juga trogglin dengan mata yang berkaca-kaca bercampur rasa haru, dan juga bahagia karena glowtod pada akhirnya bisa berjumpa lagi dengan para sahabatnya itu. 

"Alin..alen..denis..trogglin..aku baik-baik saja..namun Hutan ini..tidak dalam keadaan baik-baik saja.."

Glowtod memandang pohon-pohon yang tumbang Di sekitar danau bening.dia tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya yang begitu mendalam, begitu juga dengan alin, alen, Denis beserta Troglin. beberapa saat mereka semuanya terdiam dan membeku Di tempatnya berdiri.Glowtod kemudian melompat ketepian danau bening menghampiri para sahabat-sahabatnya yang belum lama tiba Di tepian danau bening.

"Kamu kemana saja.. Kawan..? Mengapa menghilang tanpa memberikan kabar.." Tanya Denis sedikit khawatir. 

Glowtod pada akhirnya  membuka suara, dia menceritakan sebab ia menghilang  dari para sahabatnya, sehingga ia bisa berada Di  Hutan Aklea ini. 

"Ketika aku masih berada Di Hutan Kristal tempat memori bumi tersimpan.. Aku sayup-sayup mendengar suara rintihan.. Beserta tangisan yang menyayat hati.. yang Di kirimkan oleh jaringan Akar Rolax kepada diri ku. Hutan di dunia atas menangis..ia seakan-akan memanggil-manggil meminta tolong.. Untuk di selamatkan. "Glowtod menjeda bicaranya sambil ia menghela nafas. 

Glowtod memandang sisa-sisa Hutan Aklea dengan wajahnya yang sendu, sementara para sahabatnya memperhatikannya,mereka semua Seakan-akan ikut hanyut dan tenggelam bersama-sama dalam perasaan sedih yang begitu mendalam. 

" Ketika aku sampai kesini.. Semuanya telah terlambat.. Mereka semua yang tidak mengerti telah membunuh Hutan ini. " Glowtod menundukkan kepalanya dalam-dalam, wajah sedihnya terpantul jelas Di atas riakan air danau bening.. 

 Setelah beberapa saat mereka terdiam.di tepi danau bening. glowtod kembali membuka suara 

"Emm..lalu bagaimana bisa..kalian semua bisa berada Di sini..kawan-kawan ku..?" 

Alen menepuk pelan pundak Glowtod. "Jeritan dan nyanyian pilu.. Dari jaringan Akar Rolax.. yang memberitakanya kepada kami semua..ketika kita semua dalam perjalanan ke timur Jauh tempat raja goes berada, sehingga pada akhirnya kami bisa berada di sini..."

"Tapi.. Harapan itu.. Masih ada.. Glowtod.. Karena kita telah berhasil menanam biji kayu purba yang kini telah mulai tumbuh Di sebelah sana.. " Sambung alin sambil menunjuk ke arah  pohon kecil itu, yang berada tidak begitu jauh dari lokasi mereka saat ini. 

Trogglin melompat ke pangkuan Glowtod,
kristalnya berdenyut:
"Klik... klik... sahabat... Hutan Kristal... Jangan sedih...klik-beep!"

✍️ Daun Transparan untuk Penulis 2075

Alen (mengeluarkan daun transparan):
"Kita harus menulis untuk Penulis 2075...
Tapi bagaimana caranya?"

Glowtod (meletakkan tangan kecilnya di daun):
"Tulislah dari hati dan juga jiwa mu:
Agar masa depan tau.. Bahwa kau begitu peduli dengan diri mereka semua....meskipun mereka semua belum terlahir.. 
'Yakinlah bahwa pesan itu akan sampai kepada sang penulis.. 115 tahun dari sekarang.'
Sekarang, tulislah suara itu untuk 2075."

Alen menulis dengan pensil:
"Untuk Penulis 2075
Jangan lupa mendengar.
— Alen & Alin, 1960"

Glowtod (menyentuh daun, suaranya bergetar):
"Tulislah tahunnya...
karena di sanalah akar ini akan berdarah.
2075 bukan akhir...
itu adalah tahun di mana bumi memilih:
mendengar atau mati
."

Tiba-tiba raja Jorkas dan beberapa prajurit ekor bercahaya tiba di tepi danau bening.. mereka dikirim dan keluar dari portal yang Di buat oleh Rolax melalui jaringan akar-akarnya yang terhubung dari dunia bawah tanah ke dunia atas. 

"Denis anak ku.. ' Denis terkejut dengan kehadiran raja Jorkas dan pasukan ekor bercahaya. 

"Ayah?! Bagaimana kau.. "

Raja Jorkas (memeluknya cepat) :Rolax membawa ku.. tapi Gonos juga mengirim Vorm kesini.. 

⚔️ Bayangan Gonos & Pasukan Vorm

Tiba-tiba, awan merah menggelapkan langit.
Dari Utara Gelap, suara Gonos menggema sampai kepermukaan Hutan aklea:
"2075? AKU AKAN HAPUS TAHUN ITU!
TIDAK AKAN ADA LAGI YANG BERANI MENULIS
DI BAWAH LANGIT YANG DIKUASAI OLEH ALIEN!"

Bayangan hitam menjalar dari akar Rolax yang terputus,
mengarah ke pohon kecil.
Dalam waktu yang bersamaan Penebang di kejauhan yang secara tidak sengaja menyaksikan keganjilan tersebut berteriak ketakutan,lalu 
lari meninggalkan gergaji mereka.

Dari robekan Akar Rolax yang menjuntai Di tepi danau bening, pasukan cacing berlapis baja vulkanik muncul —
dipimpin Vorm, komandan dengan pedang emas vulkanik di pinggang.
Matanya menyala merah, tapi tubuhnya tegak seperti prajurit sejati.

Vorm (berteriak ke pasukannya):
"Hancurkan setiap akar yang menyebut tahun 2075!
Gonos tidak butuh saksi!"

Denis (berbisik):
"Itu Vorm... komandan pasukan Utara Gelap.
Dulu ia adalah prajurit Kerajaan Rayap...namun sekarang dirinya telah menjadi budak kegelapan."

📜 Puisi Glowtod Melawan Bayangan

Glowtod (berdiri di atas pohon kecil):
"Aku tidak bisa menghentikan bayangan...
tapi kau bisa memberinya puisi yang tak bisa ditelan olehnya."

Ia lalu mulai membacakan puisi
bukan suara melodis, tapi kata-kata yang mampu membuat daun-daun yang tersisa dari pohon-pohon Hutan bergetar hebat:

"Kau pikir kegelapan itu diam?
Tidak.
Ia hanya takut pada puisi yang terlahir dari luka."

"Aku bukan penyanyi...
Aku hanya kodok yang mendengar nyanyian akar."

Cahaya biru-merah seketika menyelimuti pohon kecil,
mengubah pedang Vorm yang ingin mencoba menyentuhnya menjadi daun kering yang kemudian hancur berdebu.

Vorm (terkejut):
"Apa ini?!
Pedang keluargaku... dari Danau Emas Vulkanik!"

💧 Pengorbanan Glowtod

Beberapa saat kemudian. Seketika bayangan muncul berupa gumpalan asap berwarna Hitam pekat yang kemudian menampilkan wajah Gonos yang tertawa dari atas Hutan aklea:
"HAHAHAHA..PERCAYALAH PUISI ITU.. TIDAK AKAN MAMPU MENYELAMATKAN KALIAN!"

Bayangan itu kemudian bergerak seperti asap yang menggulung, lalu bergerak  mencoba menghancurkan cahaya pelindung,gumpalan asap Hitam pekat melesat cepat kearah akar pohon kecil.denis dan raja Jorkas serta pasukan ekor bercahaya tidak tinggal diam,mereka bergerak cepat melingkari pohon kecil yang tumbuh dari biji kayu purba. mereka mencoba menghalau asap Hitam tersebut dan segala ancaman yang di timbulkan olehnya. raja Jorkas, Denis dan beberapa pasukan ekor bercahaya menjadi tameng hidup dari pohon kecil itu,namun tubuh mereka terpental ke segala arah manakala gumpalan asap Hitam pekat tersebut menghantam mereka semua dengan keras. 

BLAMM!! 

"Apa aku bilang... Kalian semua tidak akan mampu melawan ku.. " Berkata Gonos, yang hanya suaranya saja yang terdengar bergema Di udara sekitar. gonos dari utara gelap dunia bawah tanah mengendalikan bayangan asap Hitam dari sinyal frekuensi  jaringan Akar Rolax yang berhasil diretasnya Di bantu prof Myc. 

Untuk sesaat gumpalan asap Hitam diam dan mengambang Di udara. menunggu perintah Gonos selanjutnya.

Alen berdiri sejajar dengan alin. Tubuh mereka mulai Di selubungi cahaya. mereka bersiap-siap untuk menghadapi asap jahat kiriman Gonos. 

"Cahaya lagi... Cahaya lagi.. Bosan aku menghadapinya.. Sudahlah.. lebih baik kalian menyerah saja.. lebih baik kalian ikuti kegelapan yang indah.. " kata Gonos, dengan nada suara yang mengejek. 

Wajah alen merah padam ia begitu marah. "Menyerah..?!  Untuk apa?.. Kami tidak akan kalah Gonos.. Jangan pernah kau bermimpi untuk bisa menghancurkan dunia dan cahayanya.. "

"Oww.. baiklah..! Kalau kalian masih keras kepala.. Karena kalian sudah memilih jalan kalian sendiri.. Sekarang akan aku binasakan kalian semua..! "

Di ruang kendali Di istana cacing Gonos rahangnya mengeras. Kebencian dan dendamnya kepada Rolax dan penjaga cahayanya yang baru semakin Menjadi-jadi. 

"HANCURKAN MEREKA SEMUA TANPA ADA YANG  TERSISA.. BINASAKAN PULA POHON KECIL ITU YANG MENJADI PENGHUBUNG MEREKA KE MASA DEPAN!!! "

Gumpalan asap Hitam itu mulai bergetar dan bergerak, lalu menyebar menjadi beberapa bagian, kemudian bermanuver menyerang ke segala arah mengikuti perintah Gonos. 

Asap Hitam pekat tersebut kemudian menghantam Alen dan juga alin, mengenai raja Jorkas beserta Denis,trogglin dan juga beberapa pasukan ekor bercahaya. Hantaman keras dari asap Hitam tersebut menimbulkan suara ledakan yang begitu keras. 

BLAMMM!! 

Alen, alin, raja Jorkas dan Denis juga Trogglin terpental beberapa meter Di ikuti pula oleh pasukan ekor bercahaya.mereka semua terpental ke segala arah dan terjatuh Di atas tanah hutan dengan keras.mereka tidak terluka...karena cahaya Rolax melindunginya. Sementara itu gumpalan baru raksasa dari asap hitam mulai terbentuk dan mengental di atas udara Hutan aklea, lalu kemudian bergerak cepat menukik tajam ke arah pohon kecil yang menjadi target berikutnya. 

Glowtod yang melihat pergerakan agresif dari gumpalan asap Hitam yang baru terbentuk itu,tidak tinggal diam.ia kemudian  melakukan lompatan tinggi ke arah atas dimana bayangan asap Hitam itu berada.Glowtod menabrak gumpalan asap Hitam itu, tubuhnya kemudian bersinar terang:

"Kami yang kecil...
sering dianggap bisu.
Tapi kodok, akar, dan tikus bercahaya...
tahu:
dunia diselamatkan oleh mereka yang masih berani mendengar dan berani melawan..."

Lalu asap Hitam itu perlahan-lahan menghilang termakan cahaya yang berasal dari tubuh glowtod. 
Setelah itu..glowtod jatuh Di atas tanah dengan gerakan lambat. Beberapa detik kemudian tubuh glowtod mulai meleleh jadi air yang menggenang Di atas tanah, dan lalu kemudian mengalir ke akar dimana pohon kecil itu berada,sebelum akhirnya menghilang terserap Akar baru.ia berbisik:

"Jangan sedih...
setiap kali kau melihat puisi yang tertulis di permukaan Danau Bening...
itu adalah aku...
masih menulis puisi untukmu."

"Glowtod...! " Teriak alen dan alin berbarengan.

"Jangan pergi.. Glowtod.. " Alin menitikkan air matanya sambil tangannya mengusap Akar baru dari pohon kecil yang tersembul Di atas tanah Hutan tersebut. 

🔮 Cliffhanger Akhir Bab 16

Pohon kecil itu bergetar hebat.
Dari dalamnya, suara Penulis 2075 terdengar jelas:
"Aku bisa dengarkan suara kamu...
Tapi hari ini,
langit Latea penuh dengan teater antariksa."

Tiba-tiba, angka 2075 di langit mulai memudar
bukan karena hujan...
tapi karena kenangan itu sedang dicoba dihapus gonos dari memori akar Rolax yang terhubung dengan Hutan Kristal. 

Trogglin (berteriak, suaranya tak biasa):
"Klik... klik... 2075... jangan... hilang... klik-beep!"

Air mata mengalir di matanya —
bukan air...
tapi cahaya biru-merah yang jatuh ke akar pohon kecil.

Denis (berbisik):
"Dia tidak takut pada alien...
Dia hanya takut pada Penulis 2075 yang masih berani mendengar dan menulis 
di tengah-tengah kebisingan langit kotanya."

Vorm menatap pohon kecil yang kini tumbuh Di Hutan aklea dari kejauhan, lalu berteriak ke Utara Gelap:
"Gonos! Aku tidak bisa menghancurkannya!
Ada sesuatu di sini...
yang bahkan pedangku pun tidak mampu menyentuhnya!"

Dari dalam istana yang terhubung langsung kedalam Akar Rolax yang berhasil diretas , suara Gonos terdengar:
"Itu bukan kekuatan, Vorm...
itu memori.
Dan memori...
adalah satu-satunya hal yang tidak bisa kau hancurkan
dengan pedang atau api.namun hanya bisa Di hapus dengan kekuatan ku sendiri.." Ucap Gonos dengan sombongnya. 

Gonos kembali berkata dengan suara yang datar: Tarik semua pasukan mundur dari Aklea vorm.. Kita belum kalah.. Kita akan kembali lagi.. Untuk memusnahkan mereka dan semua yang terhubung dengan Rolax."

"Baik paduka yang mulia.. " Beberapa saat kemudian tubuh vorm dan pasukannya menjadi samar dan lalu terhisap kedalam lubang dari Akar rolax yang Di retas Gonos dan prof Myc..untuk kembali ke istana cacing Di utara gelap dari dunia bawah tanah. 


Sementara itu di sisi lain,dari dalam tanah, suara Rolax yang baru terdengar:
"Pulanglah...
Kalian telah menanam benih untuk perang yang bukan milik kalian.
Tapi ingat:
Gonos tidak takut pada alien...
Ia hanya takut pada manusia yang masih mendengar dan berani berantakan. 
ketika langit sudah penuh dengan teater antariksa.
"

Trogglin melompat ke tangan Alen,
kristalnya berdenyut kencang:
"Klik... klik... Dunia bawah tanah... Memanggil pulang... klik-beep!"

Dan dengan langkah berat,
mereka mulai berjalan kembali ke lubang gua  yang menghubungkan dunia atas dan dunia bawah tanah—
meninggalkan pohon kecil yang kini
menjadi jembatan antara 1960 dan 2075.

📘 Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim ilmuwan data dan Alibaba yang telah memberikan ruang, teknologi, dan kepercayaan bagi proses kreatif ini. Kalian adalah bagian dari akar yang menyatukan dunia.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.

✨ Akhir dari Tree of Light
16 Episode telah terukir
👉 BACA SEMUA EPISODE

🔔 Apa pendapatmu tentang Hutan Aklea?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu 😊

© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Salam hangat dan cinta dari Andry Justin Ketty untuk seluruh tim Alibaba dan ilmuwan data di balik kolaborasi ini. Kalian adalah bagian dari legenda ini.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tree of Light - Episode 14: Hutan Kristal

Tree of Light - Episode 8: Kembalikan Cahaya Rolax

TREE OF LIGHT - Episode 23: Perang Utara Gelap