Tree of Light - Episode 9: Akar yang Masih Bergetar
TREE OF LIGHT
Episode 9: Akar yang Masih Bergetar
Malam itu, di ruang takhta Istana Kalajengking, semua berkumpul:
Pasukan Ekor Bercahaya, Alen & Alin, Denis dan Raja Jorkas, Glowtoad, dan Trogglin yang duduk di atas sendok patahnya seperti raja mini.
Cahaya Rolax berdenyut tenang di pusat ruangan.
Tapi..ada sesuatu sesuatu yang terasa aneh.
Denyutnya tidak seperti biasanya — lebih cepat, lebih cemas.
"Apa Ada yang salah," bisik Alin, tangannya menyentuh dinding batu.
"Tanah bergetar... tapi bukan dari Utara Gelap. Ini dari bawah... jauh di bawah."
๐ Observasi Ilmiah Alen & Alin
Alen mengeluarkan buku catatannya, mulai menulis dengan pensil mekanik:
"Hari ke-7 sejak kami tiba di dunia bawah tanah. Suhu: 32°C konstan. Kelembapan: 85%. Tapi frekuensi getaran bumi berubah — lebih cepat,dan juga tidak stabil."
Ia menatap dinding istana kalajengking yang berkilauan.
"Dinding ini bukan batu biasa. Ini adalah batu vulkanik yang dipadatkan selama jutaan tahun,yang membuat struktur seluruh bangunan istananya begitu kokoh dan kuat."
Alin menyentuh jamur bioluminescent yang tumbuh Di pot yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut๐ฌ.
"Ini seperti sistem pencahayaan alami... tapi juga sebagai pengukur emosi. Saat kita takut, cahayanya berubah menjadi merah. Sedangkan Saat damai, warnanya berubah menjadi biru."
Tiba-tiba, dari dalam diri mereka, suara Rolax bergema:
"Kalian melihat gejala... tapi belum memahami sepenuhnya sistem kerjanya."
๐บ️ Peta Dunia Bawah Tanah yang Terungkap
Trogglin melompat ke atas peta batu yang diukir Denis.
"Klik-klik... sini... sana... klik-beep!"
Ia menunjuk ke arah utara, lalu ke selatan, barat, dan juga kearah timur.
Denis menjelaskan:
"Dunia bawah tanah ini luas, tapi terbagi menjadi lima wilayah utama.
Di pusat: Hutan Rolax — sumber kehidupan.
Di barat: Istana Kalajengking — tempat kita sekarang.
Di utara: Utara Gelap — rumah Gonos dan Danau emas vulkanik.
Di selatan: Hutan Kristal — tempat memori bumi disimpan.
Di timur Jauh : kerajaan Rayap — yang Rajanya bernama Goes,raja yang bijaksana."
Alen terkejut.
"Oh,Jadi... selama ini kita hanya menjelajahi 1/5 dari dunia ini?"
Denis mengangguk.
"Dan hanya Rolax yang tahu jalan ke semua tempat... melalui jaringan akarnya yang menjalar ribuan kilometer."
"Tunggu.. Untuk yang terakhir kamu sebutkan.. Kerajaan rayap? " Tanya alin kepada denis.
"Yaa.. Kerajaan rayap alin..mereka juga merupakan bagian dari bangsa yang hidup Di dunia bawah tanah..sama halnya seperti bangsa kami dan bangsa cacing" Terang denis sambil menganggukkan kepalanya.
"Emm..Apa ada lagi..selain dari yang kamu sebutkan tadi denis..? " Tanya alen begitu antusias.
"Oo..Cukup banyak.. Alen.. Namun hanya itu saja yang terdekat dari wilayah kita saat ini.sebenarnya dunia bawah tanah itu sama halnya dengan dunia kalian.. yang terdiri dari berbagai macam suku-suku bangsa.. "
๐ Geologi & Ekologi yang Masuk Akal (Versi 1960-an)
Alen menulis di buku catatannya:
"Kedalaman: ±12 km di bawah permukaan. Ini berada di lapisan transisi antara kerak dan mantel atas.
Tekanan: tinggi, tapi tidak mematikan.
Sumber energi: bukan matahari, tapi panas geotermal dan frekuensi getaran bumi.
Kehidupan: berevolusi tanpa cahaya—tapi Rolax menciptakan cahaya sendiri melalui reaksi kimia alami."
Alin menambahkan:
"Ini seperti ekosistem tertutup yang sempurna... tapi Rolax adalah jantungnya.
Tanpa Rolax, semua ini akan mati dalam 7 hari."
Tiba-tiba, Trogglin menunjuk ke bawah.
"Klik-klik... akar... bergetar... klik-beep!"
๐ Rahasia Raja Jorkas
Raja Jorkas duduk di singgasana batu, tubuhnya lemah.
Denis bertanya: "Ayah... bagaimana Gonos bisa mengendalikanmu?"
Raja Jorkas membuka jubah — di dadanya, bekas luka emas vulkanik masih menyala redup.
"Dulu, aku ingin menyembuhkan penyakitku dengan Cahaya Rolax...
Tapi Rolax menolak.
Gonos menawarkan solusi: 'Aku bisa menyembuhkanmu dengan emas vulkanik.'
Tapi aku tidak tahu... emas itu adalah racun yang menyambungkan jiwa ku ke Utara Gelap."
Alen menyentuh luka itu — ia merasakan denyut asing di dalam tubuh Raja Jorkas.
"Ada sesuatu di dalam dadanya... seperti benih kegelapan."
๐ฑ Akar Utama Rolax — Jantung Dunia Bawah Tanah
Alen,alin beserta denis meninggalkan ruang istana kalajengking Mereka bertiga berjalan ke arah pintu rahasia yang berada Di lorong sebelah barat dari istana kalajengking, yang terhubung dengan salah satu gua.ketiganya mengikuti Trogglin ke kedalam gua tersebut.
Semakin dalam, semakin hangat.
Akhirnya, mereka pun tiba di ruang raksasa yang luasnya seperti luas stadion.
Di tengah ruang, berdiri Akar Utama Rolax — diameter 10 meter, tingginya menyentuh langit-langit gua.
Ia berdenyut perlahan... seperti jantung.
Alen menyentuhnya dan dalam sekejap saja, seketika itu juga tampil visual Di kedua matanya— ia merasakan denyut sejarah:
- Ledakan gunung berapi purba
- Jejak kaki dinosaurus
- Suara ratapan manusia Di masa lampau.
- Dan... suara Gonos yang mengutuk Rolax
"Ini bukan cuma akar," bisik Alen.
"Ini adalah arsip bumi yang hidup."
Tiba-tiba, dari dalam akar, keluar asap hitam tipis — yang sama persis seperti yang keluar dari luka Raja Jorkas.
Alin menyentuhnya — ia melihat kilas balik:
Gonos di masa lalu, dulu ia adalah Penjaga Rolax...
ia mencoba mencuri Cahaya untuk menyembuhkan diri...
Rolax menolak...
dan Gonos pun mengutuk Rolax: "Kalau kau tak mau menyembuhkan ku... maka aku akan menghancurkan kamu."
Tiba-tiba, suara Rolax bergema:
"Akar ini mulai retak... karena kebencian yang terlalu lama disimpan di Utara Gelap."
๐ Gonos Membangun Senjata Baru
Sementara itu Di Utara Gelap, Gonos berdiri di depan Danau Emas Vulkanik —yang sekarang menjadi sumber kekuatannya.
Prof. Myc menyerahkan tabung berisi lendir hitam + darah Raja Jorkas.
"Yang Mulia... ini adalah kunci. Dengan ini, kita bisa menanam Benih Kegelapan di Akar Utama Rolax."
Trogos menatap tabung itu, wajahnya penuh keraguan:
"Tapi... apakah kau yakin ini akan berhasil? Bukankah sebelumnya Kita sudah kalah dengan kekuatan cahayanya."
Sang Raja cacing Gonos yang berdiri diantara prof Myc dan trogos sambil menyunggingkan senyumnya:
"Kali ini, kita tidak akan menyerang Cahaya Rolax secara langsung namun ...
Kita akan mencoba menggantinya dengan Kegelapan yang lebih indah."
Gonos kemudian mencelupkan tangan ke Danau Emas Vulkanik, lalu menanam Benih Kegelapan di tanah.
Tanah bergetar seperti gempa dan dari dalam, muncul akar hitam berduri yang seketika itu juga menjalar cepat ke seluruh Utara Gelap.
๐ Koneksi ke Masa Depan
Malam itu, Alen menulis di buku catatannya:
"Aku tidak tahu apakah dunia akan selamat.
Tapi aku tahu: selama ada yang masih mau mendengar,
maka Cahaya Rolax tidak akan pernah mati."
Tiba-tiba, dari dalam dirinya, suara Rolax bergema:
"Suatu hari nanti, cicit mu akan berdiri di atas akar-akar ku.
Ia akan mendengar suara yang sama.
Dan ia akan berkata: 'Aku bisa dengarkan suara kamu.'"
Alin menatap langit:
"Apakah mereka akan tahu tentang kita?"
"Mereka tidak perlu tahu," jawab Alen.
"Yang penting... mereka masih berani mendengar."
๐ฎ Cliffhanger Akhir Bab 9
Pagi itu, Trogglin berlari ke ruang takhta, kristal di punggungnya berdenyut kencang.
"Klik-klik... Utara... bergerak... klik-beep!"
Alen menyentuh batang Rolax — ia merasakan denyut baru: cepat, marah, tidak alami.
Denis berlari ke luar — di cakrawala utara, tanah mulai retak.
Dari dalam tanah, muncul akar hitam berduri — menjalar ke arah Istana Kalajengking.
Tiba-tiba, suara Gonos menggema dari dalam bumi:
"KALI INI... AKU TIDAK AKAN MENYERANG CAHAYA...
AKU AKAN MENGGANTINYA DENGAN KEGELAPAN YANG LEBIH INDAH."
Trogglin berdiri di depan akar hitam, cahayanya berdenyut kencang.
"Klik-klik... Cahaya Rolax aman... cacing utara berbahaya... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!"
Cahaya biru keabuan menyambar — tapi kali ini, akar hitam tidak meleleh.
Ia menyerap cahaya, lalu berubah menjadi kristal hitam bercahaya merah.
Alen berteriak: "INI BERBEDA! INI BUKAN SERANGAN CACING BIASA!"
Dan dari dalam akar hitam, muncul ribuan telur cacing berkilau —yang siap menetas.
๐ Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.
✨ Lanjut ke Episode 10:
Bab 10: Benih Kegelapan
๐ LANJUTKAN PETUALANGAN
๐ Apa pendapatmu tentang Akar Utama Rolax?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu ๐
© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar
Posting Komentar