Tree of Light - Episode 7: Cahaya yang Mulai Memudar


TREE OF LIGHT

Episode 7: Cahaya yang Mulai Memudar

Gonos tertawa keras, matanya merah menyala bagaikan bara. 
"SELAMAT DATANG DI KELAM-KELAMAN SEJATI!"

Alen dan Alin berdiri kaku, tubuh mereka tertutupi oleh ribuan cacing kecil yang terus merayap cepat di sekujur tubuh mereka.
Cahaya Rolax di tangan mereka sudah hampir padam — mereka tidak bisa bergerak sama sekali, cengkraman cacing itu begitu kuat seperti ikatan simpul tali yang  kuat,begitu mustahil rasanya  bagi alen dan juga alin untuk terlepas dari belenggu prajurit-prajurit kecil Gonos tersebut, tanpa tiada kekuatan koneksi dari cahaya pohon rolax.sementara itu denis tidak bisa berbuat banyak.denis terdiam dan terpaku melihat kedua sahabatnya  tak berdaya, karena cahaya Rolax Di dirinya pun juga sudah melemah. 

"Aku... tidak bisa..." bisik Alen, napasnya tersengal.
"Kita kehilangan Cahaya Rolax... kita tidak akan bisa bertahan..." Kata alen berputus asa, dengan suara pelan. 

Alin mencoba bergerak, tapi tubuhnya kaku.
"Aku juga ... tidak bisa merasakannya lagi..."
"Akupun  menjadi lemah.segala Kemampuan yang Rolax berikan... telah hilang Begitu saja..."

Sementara dari langit-langit istana, Glowtoad masih berdiri tegak, perut transparannya berpendar biru kehijauan setelah puisinya mengubah warna jamur bioluminescent.

"Puisiku... berhasil!" katanya dengan suara berat tapi penuh keyakinan.
"Jantung bumi... masih berdetak!"

Tapi kali ini, puisi Glowtoad TIDAK BERPENGARUH pada Gonos.
Gonos tertawa keras, suaranya menggema seperti gempa yang memenuhi seisi ruangan istana cacing. 

"Kau pikir puisi bisa menyelamatkanmu? Hahahah...puisi kamu itu sudah basi ... tidak  berpengaruh untuk ku,dan perlu kau ketahui semua puisi yang kamu bacakan itu serasa membosankan!"

Gonos mengangkat tongkat emas vulkaniknya tinggi-tinggi, cahaya merahnya memancar kencang.
"SAATNYA... UNTUK MENGHANCURKAN ROLAX!!"

⚔️ Denis Melawan: Detik-Detik Terakhir

Denis berdiri di depan Alen & Alin yang tidak berdaya, ekornya terangkat hingga keatas kepalanya. Ekor sang putra kalajengking itu pun bergetar marah. Denis bersiap untuk menyerang Gonos. 

"KALAU BEGITU... AKU YANG AKAN MELAWAN KAMU SAMPAI AKHIR!"

Ia melompat maju, ekornya menyambar seperti cambuk bercahaya.
"ZSSHHRRR!!!"

Tapi kali ini, cahaya merahnya tidak sekuat sebelumnya — Cahaya Rolax di tubuhnya pun sudah mulai memudar, sama seperti cahaya yang ada pada diri alen dan juga alin. Sementara itu dengan cepat Gonos mengarahkan ujung tongkatnya yang runcing ke arah dada denis

"NYARIS SAJA!!"

Kalau Glowtoad tidak cepat menariknya, tongkat emas vulkanik milik Gonos yang ujung nya runcing mungkin akan menembus jantungnya.
Ujung  tongkat Gonos hanya mampu menggores lengannya, bekas goresan Di tubuh denis mengeluarkan asap hitam dari luka yang terbakar.

Denis tersandung,lalu terjatuh Di lantai napasnya tersengal.
"Ini... tidak mungkin... Cahaya Rolax tidak boleh memudar..."

Gonos berdiri tegak di depan Denis yang terluka, tongkat  emas vulkaniknya berpendar kencang.
"Maaf, Denis," katanya dengan senyum kemenangan.
"Tapi kali ini... tidak ada satupun yang bisa menyelamatkanmu."

🌑 Detik-Detik Kritis: Cahaya yang Hampir Mati

Dari kegelapan, terdengar suara Prof. Myc:
"Formula anti-cahaya... sudah aktif. Cahaya Rolax tidak akan pernah kembali."

"Bagus.. Prof.. Kalau cahaya Rolax dj dalam diri mereka sudah padam.. Saatnya kita hancurkan sumber cahaya dari pohon terkutuk itu..aku ingin kegelapan Di dunia bawah tanah,tanpa ada pohon cahaya itu lagi. buat dia mati selamanya.. " Berkata Gonos penuh dengan dendam bercampur  kebencian, sambil lalu Gonos menatap tajam kearah denis, alen dan alin yang sudah tidak berdaya karena kehilangan cahaya Rolax pada diri mereka. 

Prof Myc menghampiri Gonos sambil sedikit membungkukan tubuhnya Di hadapan sang raja kegelapan tersebut."Baik paduka yang mulia.."

Di saat-saat hilangnya harapan untuk hidup lebih lama lagi, Tiba-tiba, dari dalam diri alen dan juga alin, suara Rolax bergema — lebih lemah dari sebelumnya:

"Kalian harus... bertahan..bantuan akan segera datang.. Bersabarlah dan kuatkanlah diri kalian..dan berdoalah kepada sang Pencipta karena hanya dialah yang akan mampu menyelamatkan diri kalian.. "

Denis mencoba berdiri walaupun dalam keadaan lemah, meski ekornya masih terluka.
"Kita harus melindungi Rolax. Jika Cahaya Rolax mati... Dunia bawah tanah akan hancur."

"Kuatkan diri kalian kawan.aku akan mencoba mencari cara agar kita semua bisa terbebas dari pengaruh jahat Gonos.." Bisik denis kepada Alen dan juga alin yang berdiri kaku Di belakangnya. 

Tiba-tiba, dari kegelapan, terdengar suara yang familiar:
"DENIS! KAMI DATANG UNTUK MENYELAMATKANMU!"

Denis menoleh cepat — dari kegelapan, muncul puluhan Pasukan Ekor Bercahaya, ekor bercahaya mereka berpendar terang.

"TINGGGG!! TINGGGG!! TINGGGG!!"

Ekor bercahaya mereka menyambar dari semua arah, memaksa para prajurit cacing mundur.

Cahaya Rolax di tubuh Denis padam tapi semangatnya untuk tetap hidup begitu kuat .

Denis menyentuh dadanya, wajahnya pucat.
"Ini... tidak mungkin... Cahaya Rolax tidak boleh  padam💀..."

🐭 Trogglin Muncul: Penyelamat di Detik Terakhir

Tiba-tiba, dari celah retakan di lantai, muncul Trogglin — tikus rongsok bercahaya biru keabuan.
Ia membawa sendok patah di mulutnya, dan di punggungnya tergantung kristal kecil yang berdenyut lemah.

"Klik-klik... Cahaya Rolax aman... cacing utara berbahaya... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!"

Alen tersenyum harapan untuk tetap hidup muncul kembali setelah sebelumnya  sempat frustasi karena tidak bisa terlepas dari cengkraman para cacing. 

"Troglin tolong bantu kami.." Ucap alen lemah karena Di sekujur tubuhnya Di penuhi cacing yang membelenggu begitu kuat. 

Dengan gerakan cepat troglin berlari mendekati alen dan juga alin yang masih berdiri bagaikan patung dalam kekuasan anak buah gonos.
Ia melompat ke tangan Alen dan lalu menyingkirkan sebagian cacing Di tangan Alen, lalu meletakkan kristal kecil di atas telapak tangan yang tidak bercahaya.

"Klik-klik... sinyal... lemah... Trogglin... kunci... klik-beep!"
"Trogglin... Wi-Fi... jalan... klik-klik!"

Alen dan Alin saling menatap, bingung.
"Wi-Fi?" tanya mereka berbarengan.
"Apa itu WiFi?"

📡 Penjelasan Rolax: Bahasa Jarak Jauh

Tiba-tiba, dari dalam diri mereka, suara Rolax bergema lebih kuat,karena troglin telah berhasil menghubungkan sinyal rolaxs kedalam tubuh alen dan alin — hanya Alen & Alin yang bisa mendengarnya:

"WiFi adalah bahasa manusia modern untuk 'jaringan tanpa kabel'."
"Tapi konsepnya sudah ada sejak ribuan tahun — bahkan sebelum manusia mengenal kabel."
"Aku adalah jaringan pertama."
"Aku mengirimkan pesan melalui akar, daun, dan getaran bumi — tanpa kabel."

Alen mengerti. "Jadi... Trogglin seperti sistem telegraf alami?"

Rolax melanjutkan:
"Tidak hanya telegraf."
"Aku seperti sistem gelombang radio alami..."
"tapi jauh lebih canggih."
"Aku bisa mengirimkan pesan instan ke seluruh dunia —"
"tanpa menunggu sinyal bergerak melalui udara."

Alin teringat sesuatu. "Ini seperti prinsip 'spooky action at a distance' yang dibahas Einstein di tahun 1920-an..."

Rolax menjawab:
"Aku sudah ada sejak bumi lahir."
"Aku adalah jaringan pertama."
"Dan suatu hari nanti, kalian akan menyadarinya."

🌐 Trogglin: Tameng Cahaya yang Tak Tertembus

Tiba-tiba, kristal di punggung Trogglin mulai berdenyut kencang.
Cahaya biru keabuannya menyatu dengan kristal di tangan Alen.dalam hitungan detik saja ribuan cacing yang menguasai tubuh alen dan juga alin mulai jatuh berguguran Di atas lantai 

"Apa... apa ini?" tanya Alin, matanya membelalak.

Alen merasakan sesuatu yang aneh — frekuensi getaran kembali mengalir ke tubuhnya dan koneksinya lebih kencang dari sebelum-sebelumnya. 
Seperti kabel listrik yang disambungkan kembali ke otaknya.

"Ini... Trogglin!" teriak Alen.
"Dia bukan cuma tikus rongsok... dia adalah jaringan hidup yang bisa menghubungkan kita kembali ke Rolax!"

Dari dalam dirinya, suara Rolax bergema:
"Trogglin adalah kunci yang hilang."
"Makhluk kecil yang tahu cara menyambungkan yang terputus."
"Ia adalah penghubung alam... yang selalu mencari koneksi."

Trogglin berdiri tegak seperti manusia mini, lalu menempelkan kedua cakar di dada.
"Klik-klik... Cahaya Rolax aman... cacing utara berbahaya... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!"

Alin tersenyum lebar. "Jadi... dia seperti sistem gelombang alam... yang selalu tahu cara menyambungkan sinyal!"

⚔️ Pasukan 🐛 Terdesak: Pertarungan Terakhir

Komandan Vorm menyerbu dengan amarah, pedang tulang fosilnya menyambar dari semua arah.
"MATI KAU!!"

Tapi kali ini, Alen sudah siap.
Tubuhnya bergerak dengan ritme yang dulu mengalir begitu saja.padahal alen bukanlah pesilat ataupun ahli kungfu.. tapi Rolax telah mengendalikannya dari jarak jauh.. Jadi alen maupun alin bisa melakukan gerakan bertarung secara otomatis. 

"TINGGGG!!"

Ia menangkis serangan dengan cahaya biru keabuan, lalu berputar ke kiri.
"ZSSHHRRR!!!"
Cahaya Rolaxnya menyambar, membuat pedang Vorm meleleh.

"KALIAN TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGHANCURKAN CAHAYA ROLAX!!" teriak Alen, tangan dan tubuhnya mengeluarkan cahaya yang lebih terang dari cahaya sebelumnya.cahaya Di Sekujur tubuh Alen seakan-akan menjadi tameng yang tidak tembus dari serangan musuh. .beberapa kali komandan  vorm mencoba bermanuver menyerang Alen dengan kekuatan penuh, dan beberapa kali juga serangannya selalu gagal total. 

Dari sisi lain, Alin melompat maju.
Tubuhnya kembali bisa melihat gerakan dalam slow motion.

"NYARIS SAJA!!"

Kalau prajurit cacing itu tidak cepat menghindar, cahaya Rolax Alin akan menembus jantungnya.
Ujung cahaya menggores lengannya, mengeluarkan asap hitam dari luka yang terbakar.

Denis berteriak: "SAATNYA KITA SELAMATKAN ROLAX!!"

🌑 Cliffhanger Akhir Bab 7

Gonos berdiri di depan mereka, matanya berpendar marah.
"KALIAN TIDAK AKAN BISA MENGHANCURKAN AKU..!!"

Ia mengangkat tongkat emas vulkaniknya tinggi-tinggi lalu memutarnya dengan cepat seperti baling-baling, lalu cahaya merahnya memancar kencang.
"AKAN AKU HANCURKAN KALIAN SEMUA..!! "

Tapi kali ini, Trogglin melompat ke depan.
Ia berdiri di depan Alen, cahaya biru keabuannya berdenyut kencang.

"Klik-klik... Cahaya Rolax aman... cacing utara berbahaya... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!"

Dari dalam dirinya, suara Rolax bergema:
"Trogglin adalah kunci terakhir."
"Tanpa dia, Cahaya Rolax tidak akan pernah kembali."
"Tanpa dia, manusia tidak akan pernah terhubung."

Gonos tersenyum licik sambil terus saja memutar-mutar tongkatnya di atas kepalanya. 

"Kau pikir tikus kecil itu bisa menyelamatkan kalian semua? Aku akan hancurkan dia pertama! Baru setelah itu akan ku musnahkan kalian semua! "

Gonos berjalan pelan mendekati troglin yang berada beberapa meter saja di depannya,sambil memutar tongkat emas vulkanik nya, siap menyerang Trogglin.

Denis berteriak: "TROGGLIN!! LARI!!"

Tapi Trogglin tidak bergerak.
Ia tetap berdiri di depan dengan tenang, cahaya biru keabuannya berdenyut kencang tidak ada rasa takut sama sekali pada diri troglin.

"Klik-klik... tidak... takut... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!"

"Grgrrr.. Tikus kurang ajar.. ngeledek kamu yaa.. " Ucap Gonos dengan rahang yang mengeras. 

Klik-klik... tidak... takut... klik-beep!"
"Trogglin... penjaga... jaringan... klik-klik!" Raja cacing jelek.. Klik-klik.. "

Di Olok-olok oleh Troglin. seketika amarah Gonos memuncak.wajahnya berubah menjadi merah padam,sang raja cacing itu pun tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia kemudian melompat cepat dan mengarahkan ujung tongkatnya yang runcing ke arah troglin. Namun  ketika beberapa inci lagi ujung tongkat milik Gonos yang runcing itu menusuk tubuh troglin... Tiba-tiba dari tubuh Troglin keluar cahaya kilat yang begitu kuat. seketika itu juga Gonos dan tongkatnya terpental beberapa meter kebelakang dan membentur pilar istana. 

Alin dan Alen juga denis yang berada tidak jauh dari Troglin Di buat takjub oleh aksi sang tikus rongsok tersebut. 

"WOW.. KERENN!! " Ucap ketiganya secara berbarengan. Sementara itu Gonos mencoba bangkit sambil memegang pinggangnya yang terasa remuk saat berbenturan dengan  pilar istana tadi. Trogos sang perdana menteri penghianat.. menghampiri Gonos dan berusaha membantu Gonos untuk berdiri. 

"Lepaskan.. Aku TROGOS!  lebih baik kau serang mereka untuk ku.. '

" Engg.. tapi.. " Sahut TROGOS yang keberaniannya menciut karena sempat menyaksikan kehebatan Troglin tadi. 

"Tapii.. Apa lagi TROGOS..?  Lekas kau habisi mereka dengan pedang mu itu.. " Ujar Gonos geram. 

"Emm.. Sekarang?.. "

"Tidak! Besok saja kalau sudah tahun baru." Sahut Gonos yang mulai rada-rada kesal terhadap TROGOS. 

Trogos memberanikan diri melangkah kedepan meninggalkan Gonos Di belakangnya dengan  tubuh gemetar.. Sambil satu tangannya menggenggam pedang emas vulkanik miliknya. 

*Alen melangkah maju namun tangan  denis menghalangi langkahnya. 

"biar..aku saja yang akan menghadapi.. Si penghianat itu. Alen.. "

Alen lalu membiarkan denis maju untuk menghadapi TROGOS. trogos tidak kehilangan akal mata liciknya melirik ke kanan dan juga kekiri.. dia melihat raja Jorkas yang lemah berdiri Di sisi barat, tanpa menunggu lama trogos berkelebat cepat seperti bayangan, ke tempat raja Jorkas berada, setelah itu tangannya menarik raja Jorkas dengan kasar dan menempelkan pedang Di leher raja Jorkas. 


📘 Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.

✨ Lanjut ke Episode 8:
Bab 8: Kembalikan Cahaya Rolax
👉 LANJUTKAN PETUALANGAN

🔔 Apa pendapatmu tentang Denis dan Istana Cacing?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu 😊

© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tree of Light - Episode 14: Hutan Kristal

Tree of Light - Episode 8: Kembalikan Cahaya Rolax

TREE OF LIGHT - Episode 23: Perang Utara Gelap