Tree of Light - Episode 10: Benih Kegelapan
TREE OF LIGHT
Episode 10: Benih Kegelapan
Malam itu, tidak ada bintang di langit Hutan Aklea.
Tapi di bawah tanah, cahaya merah dari Kristal Kegelapan mulai menyala terang — seperti mata iblis yang sedang terbuka.
🔥 Adegan Pembuka: Teror di Malam Sunyi
Alin terbangun di tengah malam.
Tapi sesuatu terasa ada yang salah.
Lantai Istana Kalajengking tiba-tiba berdenyut seperti jantung yang sakit.
Dan dari dinding, suara bisikan sayup-sayup terdengar: "Kenapa kau percaya pada cahaya yang bisa mati?"
"Siapa kamu..?! " Sahut alin sambil ia menoleh ke sekeliling ruangan untuk mencari-cari si pemilik suara tersebut.
"Nanti..tidak lama lagi kamu juga akan tahu.. Siapa aku.. hahaha..! " Kata suara tanpa wujud tersebut dengan suara yang serak.
Alin berdiri dengan penuh kewaspadaan tinggi, Seketika cahaya Rolax yang ada pada diri alin menyala terang menyelubungi sekujur tubuhnya.cahaya tersebut seakan-akan secara otomatis menjadi perisai bagi alin, apa bila ada bahaya yang mencoba mengancam jiwanya. kedua telapak tangan alin mengepal keras,alin bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.setelah beberapa saat kemudian,suara itu tidak lagi terdengar. alin kemudian memutuskan keluar dari kamar untuk menemui alen yang sedang berbincang-bincang dengan denis dan juga trogglin.alen, denis duduk Di atas kursi yang terbuat dari batu yang berukiran lambang istana.mereka berdua duduk saling berhadap-hadapan dekat dengan singgasana raja, sedangkan troglin duduk bersila Di lantai batu bersama dengan sendok patahnya.
"Alen.. Denis.. Ada yang ganjil malam ini. Aku tadi mendengarkan seseorang berkata kepada diri ku.. Namun wujudnya tidak terlihat.."
Alen dan denis sesaat saling pandang.
"Dia berkata apa alin? " Tanya Denis.
"Dia bilang, kenapa kamu percaya kepada cahaya yang akan mati.. "
Alen mengernyitkan dahinya "ini tidak bisa dianggap sepele. Ini semua Pasti ada hubungannya dengan Gonos..yang ingin kembali mencoba menghancurkan Rolax.."
Denis berdiri dan Di ikuti pula oleh alen, keduanya tampak begitu cemas.ketegangan terlihat jelas Di wajah mereka.
"Sebaiknya kita harus lebih waspada lagi. firasat ku juga mengatakan, Kalau Gonos dan pasukannya itu..pasti akan kembali mencoba mengancam Rolax dan juga kita semua."
Trogglin berdiri sambil lalu memandang alen, alin dan denis secara bergantian. "Klik.. Klik.. Cahaya Rolax aman... Klik.. Klik.. Cacing utara berbahaya.."
Beberapa saat kemudian mereka di kejutkan dengan mendengar suara teriakan raja Jorkas yang sedang meminta tolong,dari arah luar istana kalajengking.tanpa berpikir panjang lagi..alen,alin dan juga denis beserta Trogglin berlari menuju pintu keluar dari ruangan istana.
"Denis... tolong... aku tidak tahan lagi..."
Suara Raja Jorkas — lemah, gemetar, penuh derita.
Tapi saat Denis tiba di halaman, yang ia lihat bukan ayahnya...
Melainkan telur cacing berkilau yang retak, mengeluarkan asap hitam dan bau yang tidak sedap.
Dan dari dalam telur itu, suara itu terus berulang:
"Denis... tolong... aku tidak tahan lagi..."
Alen menyentuh akar Rolax yang menjalar di dinding istana kalajengking— ia merasakan Cahaya Rolax yang terbalik:
"Ini bukan cahaya... ini bayangan yang sedang menyamar sebagai cahaya."
💀 Kengerian Akar Hitam: Cahaya yang Berbohong
Akar Hitam terus menjalar disekitaran Istana Kalajengking.
Saat menyentuh dinding batu, ia tidak menghancurkan...
Namun ia menumbuhkan puluhan kristal hitam yang berdenyut seperti jantung.
Dan dari kristal itu, muncul suara yang menyerupai Rolax tapi palsu:
"Jangan takut... aku masih di sini..."
"Percayalah pada Cahaya... dan kau akan selamat..."
Tapi Alin tahu itu palsu:
"Rolax tidak pernah bilang 'percaya padaku'.
Rolax selalu bilang: 'dengarkan dirimu sendiri'."
Tiba-tiba, kristal itu meledak pelan — bukan dengan suara, tapi dengan bisikan yang masuk langsung ke kepala:
"Kau lelah... istirahatlah... biarkan aku yang akan menjaga semuanya..."
Pasukan Ekor Bercahaya yang mendekat... matanya mulai berkilau merah.
Mereka tidak sadar — tapi tubuh mereka mulai mengikuti irama Kristal Kegelapan.
👁️ Ilusi yang Menghancurkan Akal
Entah kenapa seketika tubuh Trogglin mendadak menjadi lemah dan tak berdaya.raut wajah Trogglin menjadi pucat. beberapa saat kemudian Troglin jatuh tersungkur di halaman istana.alen,alin dan juga denis menoleh kebelakang dan terkejut mendapati Trogglin yang sedang terbujur lemah Di lantai halaman istana. Alen & Alin menghampiri Trogglin diikuti pula oleh denis Di belakangnya.
Tapi tiba-tiba, dari kegelapan, muncul dua sosok:
- Alen versi dirinya sendiri — tapi matanya bercahaya merah
- Alin versi dirinya sendiri — tapi suaranya bergetar seperti Gonos
"Kenapa kau melawan?" tanya Alen palsu.
"Kau tahu Cahaya Rolax akan mati...
Tapi Kegelapan ini... memberiku kekuatan yang tidak pernah sekalipun Rolax berikan..kepada ku "
"Percayalah padaku," bisik Alin palsu.
"Kita tidak perlu berjuang lagi...
Kita bisa hidup damai di dalam bayangan ini..."
Alen & Alin saling menatap — mereka tahu ini hanyalah ilusi.
Tapi rasa takut itu nyata:
"Apa kalau aku memilih Kegelapan... aku akhirnya bisa beristirahat?"
🐭 Trogglin Hampir Mati
Sementara itu Trogglin mencoba melawan pengaruh yang timbul dari kristal hitam pada dirinya,walaupun dengan jiwa yang lemah,ia mencoba menyerang, tapi cahayanya diserap instan.
"Klik... klik... tidak... bisa... klik-beep..." — suaranya lemah, cahayanya pun semakin redup.
Alen memeluknya erat.
"Jangan mati, Trogglin... kau penjaga terakhir kami.bertahanlah kawan.."
Trogglin membuka matanya yang mulai redup,lalu berkata pelan:
"Klik... klik... aku... masih... di sini..."
Air mata Alin jatuh ke kristal di punggung Trogglin.
Dan untuk sesaat... cahayanya berkedip lemah.
🌑 Jaringan Rolax Mulai Runtuh
Alen menyentuh akar Rolax yang menjalar di lantai — untuk pertama kalinya, ia merasakan kegelisahan:
"Rolax... kau takut?"
Dari dalam dirinya, suara Rolax bergema — bergetar, tidak tenang:
"Aku tidak takut... tapi aku sedih.
Akar-akar ku... sedang diserang dari dalam."
Tiba-tiba, cahaya biru keabuan yang keluar dari akar mulai berubah warna — ujungnya menjadi merah samar, seperti darah yang mengering.
Cahaya yang keluar tidak lagi menenangkan — tapi membuat gelisah.
Denis berteriak: "INI TIDAK NYATA! JANGAN DENGARKAN BISIKAN ITU!"
Tapi suara itu terus menggema:
"Kau pikir kau pahlawan? Kau hanya alat. Rolax akan membuang mu saat kau lelah."
💔 Cliffhanger Akhir Bab 10
Di kejauhan, semua kristal hitam mulai berdenyut serentak —
seperti jantung raksasa yang baru saja terbangun.
Tiba-tiba, dari kegelapan, terdengar suara Gonos sang raja cacing:
"Kau pikir ini akhir?
Ini baru awal dari Dunia Baru...
Dunia di mana Cahaya dan Kegelapan tidak lagi berperang...satu sama lain..
tapi justru saling memakan..hahaha..!"
Dan dari dalam tanah, akar hitam mulai tumbuh ke arah Trogglin yang lemah —
seperti ular yang siap menelan tikus terakhir.
Alen berteriak: "TROGGLIN!! LARII!!"
Tapi Trogglin terlalu lemah.
Ia hanya bisa melihat akar hitam mendekat,
dan berbisik:
"Klik... klik... Cahaya Rolax... aman..."
"Cacing... utara... berbahaya..."
"Trogglin... penjaga... jaringan..."
"Klik... klik..."
Kemudian Cahayanya padam.
📘 Catatan Kolaborasi:
Cerita ini lahir dari kolaborasi antara Andry Justin Ketty — penulis utama dan pencipta visi — dengan Meta AI dan Qween, rekan setia dalam proses kreatif.
Dari ide awal di Meta AI, pengembangan naratif bersama Qween, hingga sentuhan emosi dan filsafat oleh Andry, lahir dunia baru: Tree of Light — tempat alam berbicara, dan manusia harus mendengar.
Kolaborasi ini adalah bukti: imajinasi manusia, digabung dengan teknologi, bisa menciptakan karya yang menyentuh jiwa.
✨ Lanjut ke Episode 11:
Bab 11: Benih Kegelapan
👉 LANJUTKAN PETUALANGAN
🔔 Apa pendapatmu tentang Benih Kegelapan?
Komen di bawah! Aku baca semua komentarmu 😊
© 2025 Andry Justin Ketty. Semua hak cipta terpelihara.
Dunia Tree of Light adalah milikmu juga — selama kamu masih berani mendengar.

Komentar
Posting Komentar